Skip to content

17 Cara untuk Mengoptimalkan Kaderisasi dan Pendidikan (Bagian 2, habis)

April 15, 2012
Dalam postingan sebelumnya, sudah disampaikan 8 (delapan) dari 17 (tujuh belas) cara untuk mengoptimalkan kaderisasi dan pendidikan. Sementara, dalam tulisan ini, kami akan menyampaikan 9 (sembilan) cara lain. Meskipun begitu, bagi kawan-kawan yang belum membaca tulisan terdahulu, bisa dilihat di SINI.
Peserta Rakernas II SPAI FSPMI. Batang, 6 – 8 April 2012 
9. Evaluasi Pendidikan dan Kaderisasi
Evaluasi penting dilakukan. Sebab dengan melakukan evaluasi, kita bisa melihat sejauh mana capaian yang berhasil diperoleh selama ini. Apa hambatan dan kekurangannya, dan kemudian bisa dengan tepat melakukan perbaikan kedepan. Evaluasi juga memberikan kesempatan kepada semua kader untuk terlibat langsung dalam memberikan saran dan masukan. Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting yang disarankan untuk dilakukan secara periodik.
10 . Forum dan Kelompok Belajar
Kelompok-kelompok belajar bagi buruh, harus sebanyak mungkin dibentuk. Setidaknya, dengan demikian, belajar akan menjadi budaya di kalangan pekerja. Buruh harus disadarkan bahwa dia hidup bukan semata-mata untuk mengabdi pada industri. Bahwa buruh adalah manusia, yang di dalam dirinya ada kewajiban untuk belajar sepanjang hayat masih di kandung badan.
11. Doktrinasi dan Motivasi
Motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Orang dikatakan memiliki motivasi tinggi, jika dia memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya. Karena itu, di dalam serikat pekerja, motivasi menjadi bahan bakar yang akan menggerakkan. Setiap anggota harus selalu dimotivasi, agar bersedia terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi.
12. Posko Pengaduan
Cara lain untuk mengkondolidasikan anggota adalah dengan membentuk Posko Pengaduan. Posko ini bisa saja tidak hanya melayani anggota, tetapi juga buruh yang belum menjadi anggota serikat pekerja. Dengan posko ini, anggota memiliki ikatan yang kuat dengan serikat pekerja. Karena dia merasa, bahwa organisasinya ada setiap saat untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Pengalaman kawan Jawa Timur, dengan keberadaan posko, banyak buruh yang kemudian mendaftar sebagai anggota.
13. Pendekatan karyawan baru
Pernahkah kita menyambut karyawan baru pada hari pertama dia masuk kerja? Memberikan “Union Welcome Kit” dan menjelaskan tentang serikat pekerja kita? Jika belum, rasanya kita perlu membuat publikasi cetak tentang SPAI, pentingnya penjadi anggota serikat pekerja, susunan pengurus, majalah/surat kabar yang kita terbitkan, dan formulir pendaftaran, yang dibagikan kepada calon anggota potensial.
14. Mengajak kawan dekat
Jika kita mengajak seorang kawan, dan kawan kita itu mengajak seorang kawannya yang lain, sebenarnya kita bisa memaksimalkan partisipasi anggota dalam kegiatan serikat pekerja. Dan akan lebih optimal lagi, jika pengurus pada tingkat unit kerja – karena kedekatannya dengan anggota – mendorong partisipasi ini pada tingkat yang maksimal. Jangan sungkan untuk mengajak (jika perlu sedikit memaksa) buruh terlibat dalam perjuangan. Karena, terkadang, agar timbul kesadaran, pada awalnya harus dipaksakan.
15. Sosialisasi ke anggota
Seberapa sering kita tidak menginformasikan kegiatan serikat pekerja kepada seluruh anggota? Kedepan hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Setiap anggota harus tersosialisasi dengan baik, apa saja yang menjadi cita-cita organisasi. Kegiatan apa saja yang diselenggarakan, dsb.
16. Menghargai anggota
Laporan itu penting. Laporan, merupakan cara yang efektif untuk menjadi kepercayaan anggota. Sekaligus untuk menghargai keberadaan mereka. Laporan keuangan organisasi, kegiatan apa saja yang sudah dan sedang dikerjakan oleh serikat pekerja, harus disampaikan kepada anggota. Dengan demikian, anggota menjadi semakin percaya, jika organisasinya memang sungguh-sungguh berjuang untuk kepentingan mereka.
17. Memanfaatkan media sosial
Dalam hal ini, SPAI FSPMI sudah memiliki Website dan Grup Fb. Ini bukan berarti, SPAI FSPMI hanya akan berkiprah di media sosial. Dengan kata lain, media sosial adalah sebuah cara – dari sekian banyak cara – yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kemenangan. Dengan media sosial, setiap anggota dari berbagai daerah, bisa mendapatkan informasi yang cepat. Perkembangan organisasi bisa di update dalam waktu terkini, dengan akurat.
Sepanjang pengalaman Anda, dari 17 (tujuh belas) cara yang sudah kami uraikan di atas, mana yang lebih efektif? Atau barangkali Anda punya cara lain yang bisa melengkapi uraian di atas? Mari berbagi dengan menuliskannya dalam kolom komentar di bawah ini. (ksc)

Baca Juga:
17 Cara untuk Mengoptimalkan Kaderisasi dan Pendidikan (Bagian 1)

From → Inspirasi, Rakernas

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: