Skip to content

17 Cara untuk Mengoptimalkan Kaderisasi dan Pendidikan (Bagian 1)

April 13, 2012
Selain membuat analisis sederhana terkait dengan alasan pekerja/buruh tidak aktif dalam pendidikan serikat pekerja dan mengusulkan beberapa materi untuk kegiatan pendidikan, Komisi Kaderisasi dan Pendidikan yang dibentuk dalam Rakernas II SPAI FSPMI juga berhasil menyusun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan Kaderisasi dan Pendidikan.
Ini memang ide besar. Barangkali lebih tepat disebut sebagai ide-ide yang tercecer selama diskusi berlangsung, karena tidak fokus pada beberapa cara yang disepakati. Meskipun begitu, setidaknya ini semakin menegaskan betapa SPAI FSPMI sangat kaya dengan pemikiran dan ide-ide yang kreatif. Masing-masing daerah bisa berimprovisasi dengan apa yang diusulkan oleh Komisi ini.
Peserta Rakernas SPAI FSPMI: Foto bersama seusai acara.
Secara lengkap, 17 cara yang diusulkan Komisi Kaderisasi dan Pendidikan dalam rangka memperkuat peran serta kapasitas kader-kader SPAI FSPMI adalah sebagai berikut:
1. Pengalaman Langsung
Tidak ada yang lebih efektif, ketimbang belajar dari pengalaman dan mempraktekkannya langsung. Karena itu, sebaiknay kaderisasi dan pendidikan sebanyak mungkin dilakukan dengan melibatkan anggota secara langsung dalam medan juang yang sesungguhnya. Secabai contoh, ketika ada anggota yang di PHK, maka saat itu juga kita bisa melakukan edukasi: pasal-pasal tentang PHK, mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial, sekaligus memberikan penyadaran tentang sebuah sistem yang memang tidak terhadap kaum buruh.
2. Aktifkan Rapat Rutin
AD/ART SPAI FSPMI mengatur tentang rapat rutin, atau yang disingkat Ratin. Ratin dilakukan di semua tingkatan: Pimpinan Pusat, Pimpinan Cabang, maupun Pimpinan Unit Kerja. Ratin bahkan masih dibagi kedalam tiga jenis; Rapat Sekretariat (diselenggarakan satu bulan satu kali), Rapat Pengurus Harian (dalam periode sebulan sekali dan atau setiap saat jika diperlukan), dan Rapat Pleno (dilakukan 3 bulan sekali). Jika SPAI FSPMI mampu mengaktifkan Ratin yang sudah diatur dalam konstitusi organisasi, niscaya akan terjadi percepatan yang luar biasa untuk memajukan organisasi. Benar, rapat bukanlah segala-galannya. Tetapi dengan rapat, kita bisa memaksimalkan semua potensi yang ada dalam organisasi. Dengan catatan, hasil dan keputusan rapat ditindaklanjuti dalam kerja nyata. Tidak berhenti pada kertas kerja dan notulensi belaka.
3. Pendidikan Berbasis Terapan
Sebagai serikat pekerja yang masih sangat belia, SPAI FSPMI harus memfokuskan diri pada Pendidikan Berbasis Terapan. Pendidikan yang tepat guna, dan disesuaikan dengan kebutuhan. Pendek kata, pendidikan dilakukan bukan didasarkan atas keinginan orang yang menyelenggarakan pendidikan itu, tetapi didasarkan pada apa yang sedang dibutuhkan anggota. Sehingga hasil dari pendidikan tersebut tidak hanya mengendap sebagai pengetahuan, tetapi bisa dengan cepat diimplementasikan.
4. Pendidikan Sponsorship
Mengingat pendidikan jenis ini membutuhkan adanya sponsor/donor, kita tidak bisa berharap terlalu banyak pendidikan sponsorship bisa menciptakan pendidikan yang berkelanjutan. Namun untuk mempercepat pengembangan dan penguatan sumber daya, khususnya di luar Pulau Jawa, Pimpinan Pusat diharapkan bisa mencari dan memanfaatkan pendidikan sponsorship secara maksimal.
5. Pendidikan Swadaya Berbasis Komunitas Buruh Skala Kecil
Jika alasan banyak buruh malas mengikuti pendidikan karena seringkali pendidikan tersebut diselenggarakan jauh dari tempat tinggalnya, mengapa SPAI FSPMI tidak mempelopori pendidikan berbasis komunitas yang diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal buruh? Di kontrakan-kontrakan, di rumah-rumah, di pos kampling, di bawah pohon, di pinggir kali. Kita bisa membuat kelompok-kelompok belajar. Tidak harus banyak, cukup 5 sampai 10 orang. Tetapi mereka mengadakan pertemuan secara rutin dan terjadwal.
Komisi Kaderisasi dan Pendidikan memberikan perhatian serius terhadap pembentukan kelompok-kelompok belajar di lingkungan tempat tinggal buruh seperti ini. Sekaligus untuk mendekatkan kegiatan serikat buruh dengan masyarakat, sekaligus aktualisasi dari gerakan pabrik ke publik yang diusung oleh FSPMI.
6. Membudayakan Rapat Akbar
Jika kita mencermati Rekomendasi hasil Rakernas II di Batang, sebenarnya Rapat Akbar menjadi pilihan utama SPAI FSPMI dalam melakukan konsolidasi dan penguatan organisasi. Rapat Akbar bertujuan untuk melibatkan anggota dalam gerakan. Memberikan pengalaman politik segaligus memahamkan pada cita-cita gerakan. Itulah sebabnya, Rakernas merekomendasikan agar masing-masing Pimpinan Cabang melakukan Rapat Akbar minimal sekali dalam setahun.
7. Roadshow Pimpinan Pusat Secara Rutin
Salah satu tugas pemimpin adalah untuk menggerakkan. Untuk memastikan agar semua lini bergerak secara maksimal, secara rutin, diharapkan Pimpinan Pusat turun ke bawah. Dengan kehadiran Pimpinan Pusat ke daerah-daerah, sekaligus diharapkan bisa mempercepat pengembangan dan penguatan kapasitas pimpinan cabang di daerah tersebut.
8. Sambung Rasa Antar Wilayah/Studi Banding/Cross Learning
Jangan menjadi katak dalam tempurung. Inilah barangkali ungkapan yang tepat untuk mereka yang merasa besar sendiri. Oleh karenanya, Komisi Kaderisasi dan Pendidikan menyarankan agar antar wilayah bisa saling kunjung mengunjungi. Sambung rasa/studi banding/cross learning, atau apalah itu namanya. Konsepnya, sekali waktu kawan-kawan Sidoarjo ke Semarang, kawan-kawan Semarang ke Bekasi, atau sebaliknya. Selain akan merekatkan kebersamaan, kita bisa saling belajar. Untuk mengadakan kegiatan ini, diharapkan kawan-kawan di daerah bisa mengambil inisiatif sendiri. Tidak perlu menunggu dari Pimpinan Pusat.

From → Inspirasi, Rakernas

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: