Skip to content

SPAI FSPMI Susun Modul Pendidikan Kesadaran Kelas (Ekopol)

April 10, 2012
Rencana SPAI FSPMI untuk menyusun modul pendidikan kesadaran kelas dipertegas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Batang, Jawa Barat, 6 – 8 April 2012 lalu. Hal ini sekaligus menjadi salah satu rekomendasi program kerja, yang harus diselesaikan pada tahun 2012 ini. Usulan untuk menjadikan Pendidikan Kesadaran Kelas sebagai salah satu pendidikan dasar di SPAI FSPMI semakin menguat dalam pembahasan Komisi Kaderisasi dan Pendidikan, yang kemudian dipresentasikan oleh Kahar S. Cahyono.
Ketua Umum SPAI FSPMI, Obon Tabroni, menyambut baik usulan ini. Menurutnya, Pendidikan di SPAI FSPMI tidak boleh semata-mata untuk transfer pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan harus memotivasi orang untuk bergerak. Percuma tahu tentang dasar hukum pengupahan, kalau kemudian tidak pernah berani menuntut upah yang lebih baik. Percuma tahu pasal-pasal tentang outsourcing, kalau kemudian tidak pernah mau berpartisipasi untuk melakukan perlawanan terhadap praktek outsourcing yang menyimpang dari undang-undang.
Funsionaris SPAI FSPMI, saat mengikuti “FGD Needs Analysis FSPMI”, di Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI)
Pada intinya, Pendidikan Kesadaran Kelas (ekopol) untuk menggugah kesadaran kaum buruh: siapa dirinya, siapa musuh yang selama ini dihadapinya. “Jika buruh sadar siapa dirinya, dia pasti akan mencari tahu tentang hak-haknya. Seiring dengan itu, militansinya juga akan ikut tumbuh …,” ujar Obon Tabroni.
Disadari atau tidak, Pendidikan Kesadaran Kelas/Ekopol sering diberikan dalam bentuk motivasi dan beberapa agenda konsolidasi. Dan hampir selalu bersifat informal. Tinggal bagaimana kemudian ini dikembangkan dalam sebuah program pendidikan yang secara resmi diajarkan kepada anggota di semua wilayah, perlu dibuat modul sebagai standar bahan ajar. Sehingga masing-masing wilayah memiliki panduan yang jelas, dan tidak memaknai Pendidikan Kesadaran Kelas ini dengan perspektifnya sendiri.
Selain Pendidikan Kesadaran Kelas/Ekopol, pendidikan lain yang direkomendasikan oleh Komisi Kaderisasi dan Pendidikan adalah Pendidikan Leadership, Pendidikan Advokasi Dasar, Pendidikan Gender, dan Pendidikan Ketrampilan Buruh Korban PHK. Ini semua sudah ada dalam modul pendidikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, yang membagi jenjang pendidikan dalam tiga bagian. Pendidikan Dasar, Pendidikan Lajutan, dan Pendidikan Spesialis.
Pendidikan Leadership dan Pendidikan Advokasi Dasar penting diselenggarakan, mengingat kebanyakan dari PUK SPAI FSPMI baru bergabung dengan serikat pekerja. Setidaknya, pendidikan adalah jawaban untuk memperkuat peran dan kapasitas pengurus dalam menjalankan kerja-kerja organisasi. Sedangkan Pendidikan Gender dirasa penting, mengingat sebagian besar buruh adalah perempuan. (ksc)
Baca Juga:

From → Berita, Rakernas

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: