Skip to content

Revolusi yang Dimulai dari Negeri sendiri Protes di Wall Street Masuki Minggu Ketiga

October 10, 2011

Oleh: Arun Gupta
Dimuat dalam The Occupied Wall Street Journal, halaman 1.

Apa yang sedang terjadi di Wall Street saat ini sungguh luar biasa. Lebih dari tiga minggu, di katedral terbesar kapitalisme, Wall Street, kaum yang disingkirkan telah membebaskan teritori itu dari tuan-tuan besar keuangan dan bala tentara polisi mereka.

Mereka telah menciptakan suatu kesempatan unik untuk, secara damai, mengubah gelombang sejarah sebagaimana terjadi sebelumnya, yakni aksi mogok-duduk tahun 1930-an, gerakan hak-hak sipil 1960-an, dan kebangkitan demokrasi di sepanjang kawasan dunia Arab dan Eropa saat ini.

Sistem kita sedang rusak. Lebih dari 25 juta orang Amerika adalah penganggur. Lebih dari 50 juta orang hidup tanpa asuransi kesehatan. Hampir 100 juta orang hidup dalam kemiskinan. Namun, para bankir (fat cats) [1] bermandikan trilyunan dollar yang diperoleh dari keringanan pajak, sementara para politisi bersaing merusak sisa hidup kita.

Pendudukan di Wall Street memaksa mereka yang berkuasa menawarkan sejumlah konsesi seperti yang terjadi tahun ini di Spanyol, Yunani dan Mesir. Tak ada yang bisa mengatakan berapa banyak yang akan mengambil tawaran tersebut atau hal-hal yang dengan pasti dapat berubah karena tawaran tersebut. Tapi kita mampu bersatu dengan potensi dapat mentransformasikan proses politik yang korup dan menyadari suatu masyarakat yang didasarkan pada kebutuhan manusia, bukan didasarkan pada keuntungan yang berasal dari uang panas, uang yang diperoleh demi secepatnya meraup keuntungan.

Di atas segalanya, siapa yang membayangkan bahwa setahun yang lalu rakyat Mesir dan rakyat Tunisia mampu mengusir diktator yang menguasai mereka?

Di Liberty Plaza, Lower Manhattan, ribuan orang berkumpul setiap hari untuk berdebat, berdiskusi dan mengorganisir apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kegagalan sistem yang telah membiarkan 400 orang Amerika terkaya bisa menimbun kekayaan dari 180 juta lebih orang Amerika termiskin.

Mengejutkan, bahwa pesta demokrasi ini, yang tumbuh dari akar rumput: sementara para penguasa jagad raya memainkan irama untuk tarian partai-partai politik dan media. Sebenarnya, Departemen Polisi New York (NYPD), yang telah mengerahkan ratusan petugas untuk mengepung dan mengintimidasi para demonstran pada 24/7, mampu menangkap setiap orang dalam hitungan menit. Tapi mereka belum melakukannya, itu juga mengherankan.

Hal itu karena, bila mereka menyerang kerumunan orang yang sedang melakukan aksi damai di alun-alun, yang sedang menuntut demokrasi yang nyata—demokrasi ekonomi, bukan sekadar demokrasi politik—akan mengingatkan dunia pada para otokrat rapuh yang brutal terhadap rakyatnya yang sedang menuntut keadilan, yang sebelumnya telah ditumbangkan di jazirah Arab. Dan kekerasan telah menjadi bumerang. Pada Sabtu lalu, setelah polisi menyerang arak-arakan yang berangkat dari Plaza Liberty, massa malahan menjadi semakin banyak dan media semakin membesarkannya.

Pendudukan Wall Street telah berhasil mengungkapkan ke hadapan kita bagaimana perusahaan-perusahaan, para politisi, media dan polisi telah gagal sebagai institusi yang seharusnya memberikan sesuatu yang positif bagi kemanusiaan. Pemimpin kita saat ini mengatakan bahwa mereka akan memeratakan penderitaan keuangan dengan memberlakukan “Aturan Buffet” (Buffet Rule) (kebijakan parasmanan), suatu kenaikan pajak yang meminta orang kaya untuk mengorbankan kekayaan yang setara dengan sekaleng kaviar [2] per tahun. Sementara itu, dalam sisa hidup kita, kesehatan, makanan, pendidikan, perumahan, pekerjaan akan dikorbankan, dan mungkin hidup kita juga akan dikorbankan, untuk memberi makan nafsu ganas modal.

Itulah sebabnya mengapa semakin banyak orang yang bergabung dalam pendudukan Wall Street. Mereka bisa menjelaskan pada kalian tentang rumah mereka yang telah disita, bulan-bulan tanpa pekerjaan yang menyakitkan, upah minimum yang mematikan, kebuntuan penyediaan lapangan kerja, beban utang mahasiswa yang mengejutkan, atau bagaimana mereka mencoba hidup tanpa kesehatan yang layak. Mereka mewakili suatu generasi Amerika yang dicekoki kesadaran untuk mempercayai suatu sistem yang hanya menawarkan kepada mereka “Dancing With The Stars” (berdansa dengan bintang) [3] dan semprotan merica di wajahnya [4].

Namun, berlawanan dengan setiap gambaran terhadap generasi ini, yang diejek sebagai narsistik, apatis dan putus asa, mereka justru mempertaruhkan diri untuk memperjuangkan semua tuntutan kita—dan itulah mengapa kita perlu bergabung dengan mereka: mendukung inti pemberontakan ini, yang dapat mengguncang struktur kekuasaan sekuat Amerika  seperti apa yang telah terjadi pada kekuasaan-kekuasaan di dunia Arab yang telah dijungkir-balikkan itu.

Puluhan ribu rakyat harus menuntut elit Wall Street, dan mereka yang di luar sana yang mengemudi mobil Bentley dan meminum sampanye ribuan dollar dengan uang yang mereka jarah dari krisis keuangan dan dana talangan (bailouts), sementara rakyat Amerika secara harfiah mati di jalanan.

Benar, keadaan di Wall Street mungkin tampak berantakan dan kacau, tapi tempat ini adalah juga sebuah laboratorium kemungkinan, menciptakan keanekaragaman gagasan, ekspresi dan seni.

Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka mendukung pendudukan, namun ragu untuk bergabung. Sudah jelas bahwa hambatan untuk membangun gerakan yang kuat bukan lah kekuasaan polisi atau korporasi—melainkan sinisme kita sendiri dan keputusasaan.

Pandangan beberapa pihak yang mewarnai koran New York Times mengatakan demonstran yang “memburu Wall Street untuk membalas dendam adalah tujuan yang salah”. Rupanya banyak kritisisme yang jika dilacak bermuara pada “kekurangan pesan yang, sebenarnya, sudah gamblang”.

Tapi apa yang salah dengannya? Sebuah gerakan yang terbentuk dengan sempurna tidak akan begitu saja bersemi dari dalam tanah. Ia harus diciptakan. Itu lah mengapa gerakan tersebut disebut sebagai gerakan akar rumput (grassroots).

Demonstran sedang mengajukan banyak gagasan yang canggih: mengakhiri kesatu-pihakan-pribadi perusahaan; pajak perdagangan saham; nasionalisasi bank; sosialisasi obat-obatan; penyediaan lapangan pekerjaan dari pemerintah dengan stimulus yang nyata; mencabut pembatasan terhadap pengorganisasian buruh; memungkinkan kota-kota mengubah rumah-rumah terlantar menjadi perumahan publik [5]; membangun ekonomi hijau.

Tapi bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan kesepakatan yang luas untuk semua hal itu? Jika para demonstran datang dengan membawa satu-paket-jadi tuntutan, itu hanya akan membatasi potensi mereka sendiri. Mereka juga akan diabaikan dengan dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin—seperti sosialisasi obat-obatan atau nasionalisasi bank—atau diberi sesuatu yang melemahkan seperti Aturan Buffet (Buffet Rule), agar bisa dikooptasi oleh sistem politik gagal yang hanya akan merusak gerakan.

Sebaliknya, hanya melalui perjuangan umum, debat dan demokrasi populer lah kita akan menciptakan solusi sejati yang memiliki legitimasi. Dan itu adalah apa yang saat ini tengah berlangsung di Wall Street.

Berapa kali dalam hidup anda, anda diajak untuk tidak sekadar menonton pengungkapan tabir sejarah, tetapi untuk datang bersama-sama dengan banyak sekali orang yang percaya pada demokrasi sejati yang telah menjadi suatu kenyataan, bukan fantasi (khayalan), dan untuk aktif berpartisipasi membangun masyarakat yang lebih baik?

Jika kita fokus pada kemungkinan dan membuang keputusasaan kita, keraguan kita dan sinisme kita, dan jika kita secara kolektif datang ke Wall Street dengan pemikiran, gagasan-gagasan serta solidaritas yang kritis, kita bisa mengubah dunia.

Sudah terlalu lama pikiran kita dirantai oleh ketakutan, oleh perpecahan, oleh impotensi (kelumpuhan). Satu hal yang paling menakutkan bagi elit adalah adanya suatu hari kebangkitan besar (agung). Hari kebangkitan agung itu ada, di sini. Bersama, mari kita meraihnya.

Catatan Kaki (pentj):

(1) Fat cats arti harfiahnya adalah kucing gemuk, makna kiasannya adalah para bankir—petj.

(2) Makanan mewah yang terbuat dari telur ikan. Harganya bisa mencapai $ 5000 per kilogram. Artinya pajak yang dibebankan kepada orang-orang kaya tersebut hanya senilai satu kaleng kaviar pert tahun.–petj.

(3) Reality Show, atau kontes menari yang populer di banyak stasiun televisi di seluruh dunia. Kontes yang berasal dari Inggris tersebutt menawarkan popularitas bagi orang-orang biasa yang berhasil menjadi finalisnya. Di sini ungkapan “Dancing with The Stars” dimaksudkan untuk menyindir media yang hanya menyajikan siaran-siaran yang membuat generasi muda bermimpi menjadi kaya dan terkenal–pent.

(4) Menyindir polisi yang merepresi para pemrotes dengan semprotan merica di wajah–petj.

(5) Di Amerika Serikat, banyak rumah terlantar bekas sitaan perusahaan properti. Sebelum krisis 2008, sangat mudah membeli rumah kepada perusahaan property, bahkan tanpa uang muka. Masalahnya, setiap tahun cicilan rumah tersebut naik sehingga banyak rakyat AS yang tidak mampu membayar dan terpaksa diusir dari rumahnya. Pemandangan itu bisa dilihat dengan jelas dalam film Michael Moore, Capitalism: A Love Story. Hal itu juga merupakan salah satu pemicu krisis finansial 2008 (Subprime Mortage). Rumah-rumah tidak terpakai ini memang seharusnya diberikan untuk rakyat (publik).–petj. 

Diterjemahkan oleh Sherr Rinn
Diedit oleh Danial Indrakusuma

 


Sumber: catatan sher rinn —- 
http://www.facebook.com/notes/sherr-rinn/revolusi-yang-dimulai-dari-negeri-sendiri/10150349305525982?ref=notif&notif_t=note_tag




Post by. NDP

From → Inspirasi

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: