Skip to content

Jurus Mabok Produsen (Pemodal/Kapitalis), Gugat Balik Masyarakat Konsumen; hanya ancaman Hingga Takut dan Diam..!

October 9, 2011

Jurus Mabok Produsen (Pemodal/Kapitalis), Gugat Balik Masyarakat Konsumen; hanya ancaman Hingga Takut dan Diam..!

Andi Saputra – detikNews

Jakarta – Hati-hati jika Anda menggugat produsen. Bisa-bisa, Anda mendapatkan pukulan balik secara bertubi-tubi oleh produsen. Dari pasal pencemaran nama baik, fitnah hingga UU ITE. Seperti pada kasus Prita Mulyasari, kasus Lion Air hingga kasus pencurian pulsa. Tapi, benarkah produsen benar-benar ingin menyerang balik konsumen? Apa target para produsen menggunakan jurus mabok ini?

Dalam praktik hukum, ternyata stategi serangan balik sudah basi. Meski basi, jurus ini ampuh membela diri dan target serangan tepat mengenai jantung pertahanan masyarakat.

Di Amerika Serikat strategi ini dikenal dengan istilah Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP). Secara bebas, SLAPP bisa berarti gugatan ‘mematikan’ untuk melawan partisipasi publik. Partisipasi publik tersebut adalah masyarakat yang menuntut hak-hak nya.

Dalam praktek hukum di Amerika Serikat, SLAPP digunakan produsen dengan tujuan menyensor, mengintimidasi, dan menghentikan kritikan masyarakat terhadap produk yang beredar di masyarakat.

Produsen tidak ada niat untuk memenangkan gugatan balik tersebut. Target metode SLAPP ini yaitu konsumen merasa takut, terintimidasi dan lelah dalam mengikuti proses hukum. Bahkan jika perlu, akibat efek SLAPP, konsumen meninggal selama proses hukum.

Istilah ini muncul pada tahun 1980 oleh Profesor Penelope Canan dan George W Pring dari University of Denver. Lantas strategi ini menyebar ke dalam praktik hukum di berbagai negara bagian di AS hingga ke Kanada. Namun, guna melindungi masyarakat dari jurus mabok produsen, pemerintah berbagai negara bagian membuat Protection of Public Participation Act (PPPA) atau UU Perlindungan Partisipasi Publik.

Bagaimana di Indonesia? Jurus mabok SLAPP ini pernah diterapkan dalam kasus Prita Mulyasari. Mereka mencoba membungkam Prita dengan berbagai cara, salah satunya memasukan Prita ke penjara. Targetnya bukan Prita, tetapi agar masyarakat berhenti mengritik rumah sakit.

Bagaimana dengan kasus pencurian pulsa? Seperti diketahui, PT Colibri Networks sebagai penyedia layanan konten atau content provider (CP) melaporkan balik ke polisi yaitu konsumen yang menuduhnya PT Colibri mencuri pulsa. PT Colibri melaporkan balik dengan pasal fitnah dan pencemaran nama baik.

Dalam konfrensi pers di Cafe Tee Box, Jl Wijaya, Jakarta, Jumat (7/10/2011), kuasa hukum PT Colibri Andri W Kusuma menyatakan pihaknya tidak akan melakukan upaya komunikasi untuk menjelaskan duduk permasalahan. PT Colibri juga menutup jalan damai dengan Feri Kuntoro. “Tidak (berdamai), masyarakat harus belajar dari kasus ini. Jadi jangan mengeneralisir masalah,” ujarnya seperti dilansir detikcom.

Pernyataan Andri W Kusumah di atas, sesuai dengan teori SLAPP, yaitu membuat masyarakat takut untuk menuntut hak dan menempatkan produsen sebagai raja. Feri Kuntoro digunakan sebagai media iklan gratis untuk memunculkan pengaruh kekuasaan produsen. Sekali dayung, tiga pulau terlampaui.

Teori ini pula yang sedang diterapkan oleh maskapai penerbangan Lion Air. Seperti diketahui, penumpang Lion Air bernama De Neve Mizan Allan menggugat Lion Air karena mengembalikan tiket (refund) secara sepihak.

Namun, pihak Lion Air berkelit. Menurutnya, justru Mizan Allan yang terlambat sampai-sampai pesawat tertunda hingga 20 menit dari jadwal semula. Malah Lion Air mengaku harus membeli avtur tambahan serta menambah biaya operasional. Biaya inilah yang oleh Lion Air dibebankan ke penggugat tersebut.

Jika terus menerus terjadi, maka saatnya Pemerintah Indonesia memikirkan UU Anti SLAPP seperti yang di lakukan Pemerintah AS atau Kanada. Jika tidak, maka UU Perlindungan Konsumen akan selalu kalah melawan UU peninggalan kolonial Belanda, KUHP. Dan selamanya konsumsen menjadi masyarakat kelas dua.

*) Andi Saputra adalah wartawan detikcom. Tulisan ini tidak mewakili kebijakan redaksi.

 

From → Inspirasi

4 Comments
  1. Rekayasa para pemodal/kapitalis. Hanya menakut-nakuti para konsumen, jangan pernah letih, kita perjuangkan bersama…!!!

  2. Ini bisa juga menjadi inspirasi bagi kaum buruh. jangan pernah takut dan lengah dengan tipu daya para Pemodal; apapun caranya…!!!

  3. Ini bisa juga menjadi inspirasi bagi kaum buruh. jangan pernah takut dan lengah dengan tipu daya para Pemodal; apapun caranya…!!!

  4. Ini bisa juga menjadi inspirasi bagi kaum buruh. jangan pernah takut dan lengah dengan tipu daya para Pemodal; apapun caranya…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: