Skip to content

Pekerja kembali menggeliat menuntut BPJS

October 8, 2011

Kamis, 06 Oktober 2011


Pekerja kembali menggeliat menuntut BPJS

Rencana pembuatan RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kembali membuat gejolak. Ribuan pekerja yang tergabung Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) menggelar demonstrasi. Tidak main-main,  gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) alias Indonesia Stock Exchange (IDX), menjadi sasarannya. Dalam demo itu, pekerja mengidentifikasi PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagai ‘musuh bersama’ dan menuntut pengeluarkan dana investasi Jamsostek di BEI.

Kamis, (6/10), aksi pekerja menggelar spanduk berukuran raksasa, berorasi dan menggelar aksi teatrikal. Demonstran yang menyemut menutup ruas jalan di depan gedung BEI. Sambil berdiri, ribuan demonstran dari berbagai elemen organisasi pekerja itu mendengarkan orasi yang disampaikan perwakilan mereka. Di atas mobil pick up yang diparkir melintang di tengah jalan,  orator menggetarkan dengan tuntutan-tuntutan mereka.
Demonstrasi mengusung dua tuntutan. Pertama, mendesak agar kesejahteraan seluruh rakyat untuk melaksanakan jaminan sosial, bukan ekonomi semu yang ada di lantai bursa. Apalagi, sangat ekslusif dan makin memperkaya konglomerat. Kedua, pekerja menuntut, agar RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) disahkan dan SJSN dijalankan. Sebagai konsekuensi hukum dikabulkannya gugatan citizen law suite (gugatan warga negara) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada tanggal 13 Juli 2011.
“Kami menggelar demonstrasi di BEI, karena kami mendengar bahwa 20 persen uang Jamsostek yang seharusnya untuk pekerja, malah dibenamkan di sini, di bursa,” ujar salah satu koordinator pekerja dari Bogor, Jawa Barat, yang ikut aksi damai di depan gedung IDX ini.
Aksi ini mendapat kawalan ketat dari aparat Kepolisian, tampak sebuah  mobil water canon disiagakan di depan aksi massa ini. Lalu lintas di jalan protokol di depan gedung BEI pun tersendat, karena buruh yang berdemonstrasi tumpah ruah hingga menyita separuh lajur jalan protokol dari arah Semanggi menuju Blok M. “Kami membawa tolak. angin, agar DPR & pemerintah tidak masuk angin dalam memperjuangkan nasib & kepentingan rakyat,” ujar salah satu demonstran dalam orasinya.
Sayang, aksi damai tersebut dinodai keributan yang terjadi antara buruh Garda Metal dengan satpam BEI yang terjunkan untuk menjaga keamanan aksi demonstrasi mereka. Polisi pun melerai. Kericuhan diawali oleh pelarangan satpam pada demonstran yang akan mengibarkan bendera di tiang bendera organisasi mereka. Padahal letaknya di sisi jalan, areal demo.
“Tapi dilarang satpam, dan mereka protes, marah lalu terjadi keributan,” ucap pria berseragam polisi berbaret biru, usai melerai pertikaian tersebut.
Sementara dari pekerja yang berdemostran, justru satpam yang memantau unjuk rasa itulah yang memprovokasi, atau setidaknya salah sangka. “Mungkin karena panas, sehingga terjadi saling curiga. Dikiranya kita ingin membuat keonaran, padahal hanya ingin menaikkan bendera kita,” sergah Ati, anggota KAJS.
Perempuan yang aktif mengorganisir sesama rekan demonstran itu mengatakan, anggota KAJS yang terlibat keributan itu, hanya bergeser sambil membawa bendera. Karena niat dan sikap mereka turun berunjukrasa, hanya ingin memperjuangkan agar rakyat terutama pekerja mendapat jaminan kesehatan & kesejahteraan.
“Tak ada keinginan untuk makar atau apa pun. Ini kan masalah rakyat kecil, rakyat Indonesia.  Bahkan,  kami tidak begitu yakin, yang rebut itu anggota KAJS atau bukan,” tegas Ati. Namun keributan itu tidak membuat esensi demo bergeser. Show must go on. Sekitar pukul 12.00 WIB, KAJS mengakhiri aksinya di Gedung BEI, dan bergeser ke gedung Kementerian Keuangan untuk melanjutkan aksi mereka. 
Pemerintah mangkir

Akankah BPJS dipercepat dengan aksi itu? Entahlah. Yang pasti, perkembangan pembuatan RUU BPJS dalam forum Panitia Khusus (Pansus) BPJS dan pemerintah yang masuk dalam 20 hari terakhir tidak menunjukkan perkembangan berarti. Meski Pansus dan pemerintah setuju tentang pembuatan BPJS 1 dan BPJS 2 di tahun 2014, namun ketanyaannya jauh berbeda. Pemerintah yang dijawalkan untuk memberikan simulai pembuatan BPJS 2 pekan ini, justru mangkir. 
“Pembatalan itu menyia-nyiakan waktu,” kata Rieke Diah Pitaloka, anggota Pansus BPJS. Kepada Lingkarberita.com, anggota Pansus BPJS dari PKS Ledia Hanifa Amalia menyatakan kegeramannya. “Tidak seorang pun dating, bagaimana bisa disimulasi,” tulis Ledia dalam pesan pendek pada Lingkarberita.com. Informasi lain yang beredar di antara anggota Pansus BPJS, sedang ada upaya untuk menambah lagi waktu pembahasan RUU BPJS. Meski itu melanggar Tata Tertib DPR. Mugkinkah ada keajaiban dalam 20 hari ini?
Herawatmo | Jakarta

Sumber: Lingkar Berita

Post By. NDP
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: