Skip to content

ICW Temukan Kejanggalan dalam Laporan Keuangan Empat BUMN, khusunya di "JAMSOSTEK"

October 8, 2011

Rabu, 05 Oktober 2011 , 13:32:00 WIB

Laporan: Ninding Julius Permana


ICW Temukan kejanggalan Laporan Keuangan di JAMSOSTEK

RMOL. Dalam membuat laporan tahunan terkait pengelolaan dana, empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengurus asuransi belum transparan. Keempat BUMN tersebut adalah PT Jamsostek, PT Askes, PT Taspen, dan PT Asabri.

“ICW mendapatkan buku laporan tahunan dari PT Jamsostek dan PT Askes. Sementara Asabri dan Taspen tidak mersepon sama sekali permintaan informasi publik. Mereka belum menerapkan prinsip good corporate covernance,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, di kantor ICW, Kalibata, Jakarta (Rabu, 5/10)

                                                                                                                                                                        Foto by. Maxie Ellia
                                                                                             
Bahkan, kata Febri, PT Jamsostek tidak dapat menjelaskan data tentang imbalan jasa kerja (IJK) pada periode 2006 samapi 2009 lalu. Tidak ada informasi dan data yang jelas berapa konstribusi anak perusahaan Binajasa Abadi Karya pada keuntungan perusahaan PT Jamsostek.

“Ada juga kejanggalan dalam jaminan hari tua (JHT) 2010. Mengapa bunga deposito JHT jauh lebih kecil dibandingkan dengan keuntungan bunga deposito dari non-JHT. Bukankah semakin besar dana yang didepositokan justeru semakin besar interest rate-nya?,” heran Febri.

Sampat saat ini, kata Febri, PT Jamsostek juga belum bisa menjelaskan ‘dana tidak bertuan’ sebesar Rp 4 triliun. Jamsostek belum menjelaskan mengapa hal ini terjadi dan bagaimana program pengembalian dana tersebut pada peserta Jamsostek yang tidak lagi bekerja di tempat ia terdaftar sebagai peserta. Juga, Jamsostek masih belum bisa menjelaskan berapa besaran nilai dari keuntungan bunga sebesar Rp 2,43 triliun pada peserta.

“Ini menunjukan ada kepentingan dijajaran komisaris PT Jamsostek. Salah satunya Bambang Subiyanto yang ternyata memiliki kaitan dengan PT IIF (Indonesia Insfratructure) dan hal ini bertentangan dengan informasi dalam buku laporan tahunan PT Jamsostek 2010 yang menyatakan bahwa jajaran komisaris mereka independen dari kelompok bisnis tertentu sebagaimana tertuang dalam halaman 144 laporan Akhir tahun PT Jamsostek,” jelas Febri.

“Terkait masalah ini ICW sendiri telah menyampaikan surat keberatan pada empat direktur utama BUMN tersebut dan meminta mereka memberikan informasi dan data publik sesuai dengan yang diminta,” tegas Febri

Apakah ICW akan mendorong KPK, untuk turun tangan dalam kasus?

“Sejauh ini kami belum menemukan indikasi korupsi tapi kejanggalan itu sudah ada. Jika nanti ditemukan bukti-bukti baru maka kita akan melaporkan ke KPK,” demikian Febri.[ysa]

Sumber : http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=41448
Post By. NDP

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: