Skip to content

Rakyat Butuh BPJS, Bukan Gedung Baru DPR

September 11, 2011

Demonstrasi mendukung pembentukan BPJS

(JPI/Andri N)

Senayan – Hujan interupsi terus mewarnai Rapat Paripurna ke-22 DPR Masa Persidangan 2010-2011, Selasa (29/3). Dalam interupsinya, politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka mengaitkan urgensi pembangunan gedung baru DPR dengan pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).


“Kami mendorong sikap tegas DPR agar bisa melakukan hal ini. Rakyat tidak membutuhkan gedung baru tapi rakyat membutuhkan jaminan sosial,” kata Rieke.

Rieke menjelaskan, pengesahan RUU BPJS, sangat penting. Sebab, jika dijalankan, masyarakat luas bisa memperoleh jaminan kesehatan, kematian, dan jaminan lainnya. Namun pemerintah yang diwakili Menkeu dan menteri lainnya menjelaskan belum siap untuk membahas dan akan siap dijelaskan jika ada fatwa Mahkamah Agung bahwa ini bisa diatur.

“Pembahasan kini deadlock. Pemerintah menganggap undang-undang ini tidak boleh bersifat pengaturan hanya penetapan. Padahal UU BI saja bersifat regeling, bukan beschicking. Kok undang-undang yang lebih penting, sifatnya beschicking dan bukannya regeling,” tanya Rieke heran.

Setelah Rieke bicara, sejumlah anggota Dewan lainnya turut bicara hal yang sama. Mereka antara lain Budiman Sudjatmiko, Ledia Hanifa, dan Ketua Pansus BPJS Ahmad Nizar Shihab.

Jurnal Parlemen

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: