Skip to content

Anggaran Rumah Tangga

September 8, 2011

   ANGGARAN RUMAH TANGGA

SERIKAT PEKERJA ANEKA INDUSTRI
FEDERASI SERIKAT PEKERJA METAL INDONESIA
Periode 2011 – 2016
BAB  I
KEANGGOTAAN

Pasal 1
Ketentuan Keanggotaan
Yang dapat diterima menjadi anggota SPAI FSPMI adalah semua pekerja sebagaimana dimaksud dalam  BAB V Anggaran Dasar SPAI FSPMI dan menyetujui Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga SPAI FSPMI.

Pasal 2
Tata Cara Menjadi Anggota
Cara menjadi anggota SPAI FSPMI diatur sebagai berikut :
1.    Mengisi formulir pendaftaran menjadi anggota SPAI FSPMI;
2.    Membuat surat pernyataan yang memuat :
       a. Menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPAI FSPMI.
       b. Menyetujui Program Kerja dan Peraturan Organisasi SPAI FSPMI
3.  Permintaan menjadi anggota ditujukan kepada Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI di tempat pekerja    bekerja
4.  Dalam hal Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI belum terbentuk dan anggota perorangan permintaan menjadi anggota ditujukan kepada Pimpinan Cabang SPAI FSPMI setempat.
5.   Dalam hal Pimpinan Cabang pada ketentuan Pasal 2 Ayat (4) diatas belum terbentuk, maka permintaan menjadi anggota ditujukan kepada Pimpinan Pusat SPAI FSPMI.
Pasal 3
Sahnya Keanggotaan
Keanggotaan SPAI FSPMI dinyatakan sah apabila :
1.   Telah terdaftar menjadi anggota
2.   Memiliki Kartu Tanda Anggota atau KTA
3.  KTA dibuat dan didistribusikan oleh Pimpinan Cabang SPAI FSPMI yang ditandatangani oleh       Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat SPAI FSPMI.
Pasal 4
Berakhirnya Keanggotaan
Seorang anggota SPAI FSPMI hilang status keanggotaannya karena :
1.    Meninggal dunia.
2.    Mengundurkan diri atas permintaan sendiri.
3.    Diberhentikan oleh organisasi.
4.    Bergabung menjadi anggota Serikat Pekerja lain.
5.    Berakhirnya hubungan kerja di tempat kerja
BAB II
HAK SUARA
Pasal 5
Hak Suara Dalam Munas
Hak suara dalam Munas diatur sebagai berikut :
1.    Pengurus Pimpinan Pusat SPAI FSPMI masing-masing mempunyai 1 (satu) hak suara
2.   Hak suara Pimpinan Cabang dihitung berdasarkan jumlah anggota Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI dengan ketentuan sebagai berikut :
       a.  Hak suara dihitung berdasarkan jumlah anggota yang aktif membayar iuran
       b.  Angka pembagi untuk menghitung hak suara adalah 100 (seratus)
     c. Rumus perhitungan hak suara sebagaimana tersebut diatas akan ditetapkan dalam Peraturan Organisasi SPAI FSPMI
3.  Pimpinan Unit Kerja berdasarkan jumlah anggotanya memberikan suaranya untuk ditampung dan disalurkan sesuai aspirasi oleh Pimpinan Cabang masing-masing
4.    Pimpinan Cabang berdasarkan jumlah suara Pimpinan Unit Kerja
5.    Setiap peserta Munas masing-masing harus disertai dengan surat mandat yang sah dari organisasi
Pasal 6
Hak Suara Dalam Muscab
Hak suara dalam Muscab diatur sebagai berikut :
1.    Pengurus Pimpinan Cabang SPAI FSPMI masing-masing mempunyai 1 (satu) hak suara
2.    Hak suara Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI dihitung dengan ketentuan sebagai berikut :
       a.    Hak suara dihitung berdasarkan jumlah anggota yang aktif membayar iuran
       b.    Angka pembagi untuk menghitung hak suara adalah 100 (seratus)
     c.  Rumus perhitungan hak suara sebagaimana tersebut diatas akan ditetapkan dalam Peraturan Organisasi SPAI FSPMI
3.    Utusan Pimpinan Pusat SPAI FSPMI mempunyai 1 (satu) hak suara.
4.    Setiap peserta Muscab masing-masing harus disertai dengan surat mandat yang sah dari organisasi
Pasal 7
Hak Suara Dalam Musnik
Hak suara dalam Musnik diatur sebagai berikut :
1.    Pengurus Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI masing-masing mempunyai 1 (satu) hak suara
2.   Hak suara dalam Musnik dihitung berdasarkan mekanisme yang ditetapkan oleh Panitia Musnik yang sebelumnya dimusyawarahkan dalam rapat Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI dan harus dikonsultasikan dengan Pimpinan Cabang SPAI FSPMI setempat.
3.    Utusan Pimpinan Cabang  SPAI FSPMI yang membawa mandat surat mendapat 1 (satu) hak suara.
BAB III
SAHNYA MUSYAWARAH DAN CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 8
Sahnya Musyawarah
Setiap musyawarah sebagaimana diatur dalam Pasal 20, 21 dan 22 Anggaran Dasar dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah peserta yang mempunyai hak suara.
Pasal 9
Quorum
Sidang-sidang dinyatakan quorum atau sah apabila dihadiri oleh lebih 1/2 (setengah) dari jumlah peserta yang mempunyai hak suara.
Pasal 10
Pengambilan Keputusan
1.    Keputusan diambil atas dasar musyawarah untuk mencapai mufakat
2.    Apabila musyawarah tidak mencapai mufakat, maka diadakan pemungutan suara dan keputusan diambil atas dasar suara terbanyak.
BAB IV
TATA KERJA
Pasal 11
Tata Kerja Organisasi
1.   Tata kerja organisasi SPAI FSPMI dirumuskan dan disahkan melalui rapat organisasi sesuai tingkatan masing-masing.
2.    Sistem tata kerja organisasi adalah kolektif  dan pembidangan tugas dengan pengaturan sebagai berikut :
       a.    Pada tingkat Pimpinan Pusat :
              –   Perumus kebijakan adalah Ketua Umum, Ketua-ketua bidang dan Sekretaris Umum
              –   Pelaksanan kebijakan adalah Sekretaris Umum dan Sekretaris-sekretaris
              –   Pengelola keuangan adalah Bendahara Umum
      b.    Pada tingkat Pimpinan Cabang dan Pimpinan Unit Kerja sistem tata kerjanya diatur lebih rinci dalam Peraturan Organisasi (PO) pada masing-masing tingkatan.
3.    Setiap Peraturan Organisasi (PO) dibuat dan ditetapkan melalui rapat kerja sesuai dengan tingkatannya.
Pasal 12
Pengesahan Pengurus
Pengesahan pengurus dan pembuatan Surat Keputusan pada masing-masing tingkatan dibuat dan dikeluarkan oleh Perangkat Organisasi satu tingkat diatasnya.
Pasal 13
Perangkapan Jabatan
Perangkapan jabatan di SPAI FSPMI diatur dengan ketentuan sebagai berikut :
1.    Perangkapan jabatan maksimal 2 (dua) jabatan di semua tingkatan organisasi SPAI FSPMI, termasuk jabatan sebagai pengurus Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI.
2.    Perangkapan jabatan antar Serikat Pekerja Anggota dilarang.
3.    Apabila terjadi perangkapan jabatan menyimpang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) pasal ini, maka pengurus yang bersangkutan diharuskan memilih salah satunya.
Pasal 14
Persyaratan Menjadi Pengurus
Persyaratan menjadi pengurus SPAI FSPMI adalah sebagai berikut :
1.    Masih aktif dan tercatat sebagai anggota SPAI FSPMI.
2.   Mempunyai komitmen dan dedikasi yang tinggi terhadap perjuangan pekerja serta organisasi dan atau telah mengabdikan dirinya bagi kepentingan organisasi.
3.    Mendapat dukungan dari anggota
4.    Memenuhi syarat yang ditetapkan secara tehnis dalam Peraturan Organisasi SPAI FSPM
Pasal 15
Syarat Menjadi Ketua
1.    Syarat menjadi Ketua Umum SPAI FSPMI adalah :
       a.     Pernah menjadi Ketua dan atau Sekretaris Pimpinan Cabang
       b.     Pernah menjadi pengurus Pimpinan Pusat
       c.     Pernah mengikuti pendidikan Spesialisasi dan Kepemimpinan
2.    Syarat menjadi Ketua Pimpinan Cabang SPAI FSPMI adalah :
       a.     Pernah menjadi Ketua dan atau Sekretaris Pimpinan Unit Kerja
       b.     Pernah menjadi pengurus Pimpinan Cabang
       c.     Pernah mengikuti pendidikan Lanjutan dan Kepemimpinan
3.    Syarat menjadi Ketua Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI adalah :
       a.     Pernah menjadi Pengurus Pimpinan Unit Kerja
       b.     Pernah menjadi Perwakilan Anggota
       c.     Pernah mengikuti pendidikan Dasar dan Kepemimpinan
4.    Dalam hal pembentukan Pimpinan Cabang dan Pimpinan Unit Kerja yang baru terbentuk maka Ketua ditentukan oleh perangkat satu tingkat diatasnya
  • Catatan : Khusus untuk MUNAS I dikarenakan keadaan dan kondisi yang belum memungkinkan, maka syarat – syarat di atas tidak berlaku.
Pasal 16
Alat Kelengkapan Pengurus
Untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas organisasi SPAI FSPMI disetiap tingkatan dapat membentuk alat kelengkapan organisasi sebagai berikut :
1.    Biro pada tingkat Pimpinan Pusat
2.    Departemen pada tingkat Pimpinan Cabang
3.    Perwakilan Anggota pada tingkat Pimpinan Unit Kerja
Pasal 17
Komposisi Pengurus
1.    Tingkat Pimpinan Pusat SPAI FSPMI diatur sebagai berikut :
       a.    Dipimpin oleh 1 (satu) orang Ketua Umum.
       b.    Dibantu oleh 9 (sembilan) orang Ketua, dengan pembidangan sebagai berikut :
              1)    Ketua 1; Bidang Organisasi dan Solidaritas
              2)    Ketua 2; Bidang Advokasi dan Pembelaan
              3)    Ketua 3; Bidang Pendidikan
              4)    Ketua 4; Bidang Hubungan Industrial (PKB) dan Keselamatan Kesehatan Kerja ( K3 )
              5)    Ketua 5; Bidang Infokom dan Propaganda
              6)    Ketua 6; Bidang Pemberdayaan Perempuan
              7)    Ketua 7; Bidang Kesejahteraan (Pengupahan)
              8)    Ketua 8; Bidang Politik
              9)    Ketua 9; Bidang Penelitian dan Pengembangan
       c.    Seorang Sekretaris Umum.
       d.    Setiap Ketua Bidang dibantu oleh sekurang-kurangnya 1 (satu) orang Sekretaris,
       e.    Seorang Bendahara Umum
      f.     Sekurang-kurangnya Sekretaris Umum, Sekretaris dan atau Bendahara Umum bekerja penuh waktu (full timer).
       g.    Masa jabatan Ketua Umum paling lama untuk 2 (dua) periode secara berturut-turut.
2.    Tingkat Pimpinan Cabang SPAI FSPMI diatur sebagai berikut :
        a.    Dipimpin oleh 1 (satu) orang Ketua.
       b.    Dibantu oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang dan sebanyak-banyaknya 6 (enam) orang   Wakil Ketua dengan pembidangan sebagai berikut :
              –    Wakil Ketua 1, Bidang Pendidikan, Organisasi dan Pemberdayaan Perempuan
              –    Wakil Ketua 2, Bidang Advokasi dan Pembelaan
              –    Wakil Ketua 3, Bidang Hubungan Industrial dan Keselamatan Kesehatan Kerja
              –     Wakil Ketua 4, Bidang Informasi, Komunikasi dan Sosial Ekonomi
        c.    Seorang Sekretaris
      d.    Dibantu oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang dan sebanyak-banyaknya 6 (enam) orang Wakil Sekretaris, dengan pembidangan sebagai berikut :
              –     Wakil Sekretaris 1, Bidang Pendidikan, Organisasi dan Pemberdayaan Perempuan
              –     Wakil Sekretaris 2, Bidang Advokasi dan Pembelaan
              –     Wakil Sekretaris 3, Bidang Hubungan Industrial dan Keselamatan Kesehatan Kerja
              –     Wakil Sekretaris 4, Bidang Informasi, Komunikasi dan Sosial Ekonomi
        e.    Seorang Bendahara
        f.     Sekurang-kurangnya Ketua dan atau Sekretaris bekerja penuh waktu (full timer).
3.    Tingkat Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI diatur sebagai berikut :
        a.     Dipimpin oleh 1 (satu) orang Ketua.
        b.     Dibantu oleh sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang Wakil Ketua.
                –     Wakil Ketua 1, Bidang Pendidikan dan Organisasi
                –     Wakil Ketua 2, Bidang Pembelaan
                –     Wakil Ketua 3, Bidang Hubungan Industrial dan Keselamatan Kesehatan Kerja
                –      Wakil Ketua 4, Bidang Informasi, Komunikasi dan Sosial Ekonomi
                –      Wakil Ketua 5, Bidang Pemberdayaan Perempuan
        c.    Seorang Sekretaris
       d.    Dibantu sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang Wakil Sekretaris, dengan pembidangan sebagai berikut :
               –     Wakil Sekretaris 1, Bidang Pendidikan dan Organisasi
               –     Wakil Sekretaris 2, Bidang Advokasi dan Pembelaan
               –     Wakil Sekretaris 3, Bidang Hubungan Industrial dan Keselamatan Kesehatan Kerja
               –     Wakil Sekretaris 4, Bidang Informasi, Komunikasi dan Sosial Ekonomi
               –     Wakil Sekretaris 5, Bidang Pemberdayaan Perempuan
          e.     Seorang Bendahara
         f.     Dalam pelaksanaan tugas secara teknis dibentuk perwakilan anggota yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan ditetapkan dengan Surat Keputusan oleh PUK
       g.    Dalam situasi dan kondisi tertentu pengurus Pimpinan Cabang dapat berkomunikasi langsung dengan perwakilan anggota yang sebelumnya diberitahukan kepada pengurus Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI.
Pasal 18
Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab
Wewenang dan tanggung jawab SPAI FSPMI diatur sebagai berikut :
1.    Pimpinan Pusat bertugas dan bertanggung jawab terhadap pembentukan dan pembinaan Pimpinan Cabang SPAI FSPMI
2.    Pimpinan Cabang bertugas dan bertanggung jawab terhadap pembentukan dan pembinaan Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI
3.    Pimpinan Unit Kerja bertugas dan bertanggung jawab terhadap pembinaan anggotanya
4.    Perwakilan anggota bertugas dan bertanggung jawab sebagai komunikator terhadap anggota dalam bagiannya dan atau kepada pengurus Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI.
5.    Wewenang Pimpinan Pusat, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Unit Kerja antara lain adalah :
        a.    Menangani masalah ketenagakerjaan yang seluas-luasnya sesuai dengan tingkatannya
       b.  Bertindak sebagai kuasa hukum untuk beracara di Pengadilan Hubungan Industrial dalam hal mewakili anggotanya, baik diminta maupun tidak
       c.    Berunding untuk dan atas nama anggota dengan pengusaha dan atau organisasi gabungan pengusaha sejenis.
6.    Dalam menjalankan kegiatan sehari-hari berpedoman kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta program kerja SPAI FSPMI
Pasal 19
Kepesertaan dalam Permusyawaratan
1.    Peserta Musyawarah Nasional adalah :
       a.     Pengurus Pimpinan Pusat SPAI FSPMI
       b.     Pengurus Pimpinan Cabang SPAI FSPMI yang diberi mandat
       c.     Utusan Dewan Pimpinan Pusat FSPMI yang diberi mandat
      d.     Utusan Pimpinan Unit Kerja yang diberi mandat
2.    Peserta Musyawarah Cabang adalah :
      a.     Pengurus Pimpinan Cabang SPAI FSPMI
      b.     Pengurus Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI yang diberi mandat
      c.     Utusan Pimpinan Pusat SPAI FSPMI yang diberi mandat
3.    Peserta Musyawarah Unit Kerja adalah :
      a.     Pengurus Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI
      b.     Anggota dan atau Perwakilan anggota yang diberi mandat
      c.     Pengurus Pimpinan Cabang SPAI FSPMI yang diberi mandat
4.    Dalam kondisi luar biasa Musyawarah Nasional dapat dipercepat atau ditunda atas keputusan Rakernas dan atau atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 Pimpinan Cabang SPAI FSPMI
5.    Dalam kondisi luar biasa Musyawarah Cabang dapat dipercepat atau ditunda atas keputusan Rakercab dan atau atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI
6.    Dalam kondisi luar biasa Musyawarah Unit Kerja dapat dipercepat atau ditunda atas keputusan Rakernik dan atau atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota SPAI FSPMI
Pasal 20
Kepesertaan dalam Rapat Kerja
1.    Peserta Rapat Kerja Nasional adalah :
        a.     Pengurus Pimpinan Pusat SPAI FSPMI
        b.     Pengurus Pimpinan Cabang SPAI FSPMI yang diberi mandat
        c.     Utusan Dewan Pimpinan Pusat FSPMI yang diberi mandat
        d.     Utusan Pimpinan Unit Kerja yang diberi mandat
        e.      Utusan Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI yang diberi mandat, dimana Rakernas dilaksanakan.
2.    Peserta Rapat Kerja Cabang adalah :
        a.    Pengurus Pimpinan Cabang SPAI FSPMI
        b.    Pengurus Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI yang diberi mandat
        c.    Utusan Pimpinan Pusat FSPMI yang diberi mandat
        d.    Utusan Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI yang diberi mandat, dimana Rakercab dilaksanakan.
4.    Peserta Musyawarah Unit Kerja adalah :
        a.    Pengurus Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI
        b.    Anggota dan atau Perwakilan anggota yang diberi mandat
        c.    Utusan Pimpinan Cabang SPAI FSPMI yang diberi mandat
BAB V
PEMBERHENTIAN DAN KEADAAN DARURAT
Pasal 21
Pemberhentian Sementara dari Pengurus
1.    Tindakan pemberhentian sementara terhadap semua tingkatan pengurus SPAI FSPMI diambil karena hal-hal sebagai berikut  :
         a.    Melalaikan tugas organisasi.
         b.    Menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.
         c.    Menyalahgunakan hak milik organisasi untuk kepentingan pribadi.
         d.    Tidak menghadiri 4 x berturut turut rapat resmi yang dilaksanakan oleh organisasi
        e.    Hasil nota dan rekomendasi dari Tim Internal Auditor terbukti secara sah dan berdasarkan rapat yang diadakan untuk itu.
2.    Tindakan pemberhentian sementara mengacu kepada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga SPAI FSPMI dan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga FSPMI
Pasal 22
Berhenti dari Pengurus
1.    Status kepengurusan SPAI FSPMI dinyatakan hilang atau berhenti karena :
        a.    Yang bersangkutan meninggal dunia
        b.    Atas permintaan sendiri
        c.    Menjadi pengurus serikat pekerja lain
        d.    Tindakan indisipliner
        e.    Diberhentikan oleh organisasi
2.    Sejak hilangnya status kepengurusan SPAI FSPMI, maka secara otomatis hak dan kewajibannya sebagai pengurus dinyatakan gugur.
Pasal 23
Tata Cara Pemberhentian dari Pengurus
1.    Tindakan pemberhentian terhadap pengurus SPAI FSPMI diambil setelah :
    a.    Dalam masa pemberhentian sementara yang bersangkutan melanggar lagi ketentuan-ketentuan organisasi SPAI FSPMI.
     b.    Hasil nota dan rekomendasi dari Tim Internal Auditor terbukti secara sah dan membahayakan organisasi.
2.    Tindakan pemberhentian pengurus SPAI FSPMI dilakukan melalui rapat khusus dengan mengacu kepada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga SPAI FSPMI dan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga FSPMI
Pasal 24
Pemberhentian Sementara dari Anggota
1.    Tindakan pemberhentian sementara dari anggota SPAI FSPMI diambil karena hal-hal sebagai berikut  :
       a.    Melalaikan tugas organisasi.
       b.    Menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.
       c.    Menyalahgunakan hak milik organisasi untuk kepentingan pribadi.
      d.    Berdasarkan hasil rapat khusus untuk itu
2.    Tindakan pemberhentian sementara dari anggota SPAI FSPMI mengacu kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPAI FSPMI
Pasal 25
Hilangnya Keanggotaan
1.    Status keanggotaan SPAI FSPMI dinyatakan hilang atau berhenti karena :
       a.      Yang bersangkutan meninggal dunia;
       b.      Atas permintaan sendiri;
       c.      Menjadi pengurus serikat pekerja lain;
       d.      Tindakan indisipliner;
       e.      Diberhentikan oleh organisasi.
2.    Sejak hilangnya status keanggotaan SPAI FSPMI, maka secara otomatis hak dan kewajibannya sebagai anggota dinyatakan gugur.
Pasal 26
Tata Cara Pemberhentian dari Anggota
1.    Tindakan pemberhentian terhadap anggota SPAI FSPMI diambil setelah :
     a.    Dalam masa pemberhentian sementara yang bersangkutan melanggar lagi ketentuan-ketentuan organisasi SPAI FSPMI.
         b.    Berdasarkan hasil rapat khusus untuk itu.
2.    Tindakan pemberhentian anggota SPAI FSPMI mengacu kepada dilakukan melalui rapat khusus dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SPAI FSPMI
Pasal 27
Pembelaan Diri
1.    Pembelaan diri dari pemberhentian menjadi pengurus dan atau anggota SPAI FSPMI mengacu kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FSPMI
2.    Teknis pelaksanaan pembelaan diri dilakukan dalam rapat khusus pada setiap tingkatannya
Pasal 28
Keadaan Darurat
1.    Dalam keadaan darurat Pimpinan Pusat SPAI FSPMI mempunyai wewenang membekukan, memberhentikan dan atau mengangkat sebagian dan atau seluruh pengurus sementara Pimpinan Cabang dan Pimpinan Unit Kerja SPAI FSPMI.
2.    Penentuan pembekuan dan atau pengangkatan sebagian pengurus sementara oleh Pimpinan Pusat dilakukan setelah melakukan rapat koordinasi dengan pengurus organisasi pada tingkat bersangkutan
3.    Penentuan keadaan darurat ditetapkan dalam Rapat Kerja dan atau Rapat Pleno tingkat Pimpinan Pusat
BAB VI
KEUANGAN
Pasal 29
Uang Pangkal
1.    Uang pangkal merupakan hak dari Pimpinan Cabang SPAI FSPMI masing-masing wilayah, dan jika Pimpinan Cabang belum terbentuk maka uang pangkal menjadi hak Pimpinan Pusat SPAI FSPMI
2.    Uang pangkal dibayar sekali selama menjadi anggota dan belum pernah terputus, yang dibayarkan pada saat masuk menjadi anggota SPAI FSPMI
3.    Besarnya uang pangkal adalah 2 % dari Upah Minimum daerah setempat.
Pasal 30
Uang Iuran Anggota
1.    Besarnya uang iuran anggota sekurang-kurangnya 1% dari Upah Minimum Sektoral dan atau UMK  daerah setempat (mana yang lebih besar yang menjadi patokan).
2.    Uang iuran anggota sistem distribusi dan pembayarannya disentralisir ke Dewan Pimpinan Pusat FSPMI oleh Pimpinan Unit Kerja untuk kemudian didistribusikan kepada Pimpinan Pusat dan Pimpinan Cabang SPAI FSPMI
Pasal 31
Distribusi Uang Iuran Anggota
1.    Uang iuran anggota dari DPP FSPMI kepada PP dan PC SPAI FSPMI, didistribusikan melalui Pimpinan Pusat SPAI FSPMI
2.    Mekanisme pembayaran uang iuran anggota diatur sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FSPMI dan Peraturan Organisasi Dewan Pimpinan Pusat FSPMI
3.    Dewan Pimpinan Pusat FSPMI berkewajiban membuat laporan keuangan ke seluruh perangkat organisasi dibawahnya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sekali.
Pasal 32
Uang Konsolidasi
1.    Uang konsolidasi organisasi adalah uang yang diberikan dari anggota kepada organisasi karena hasil dari sebuah pembelaan dan atau bantuan penyelesaian terhadap masalah yang terjadi
2.    Uang konsolidasi organisasi menjadi hak Pimpinan Unit Kerja, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Pusat SPAI FSPMI dan atau menjadi hak dari perangkat yang langsung membantu penyelesaian masalah tersebut
3.    Besarnya uang konsolidasi organisasi adalah sekurang-kurangnya 2% dari perkara yang ditangani
4.    Distribusi uang konsolidasi kepada setiap tingkatan ditetapkan dalam rapat yang dilakukan untuk itu
BAB  VII
LAIN–LAIN
Pasal 31
Ketentuan Lin-lain
Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Peraturan Organisasi  Pimpinan Pusat SPAI FSPMI.
BAB  VIII
PENUTUP
Pasal 32
Penutup
Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal di tetapkan.
Ditetapkan di   : Bandung
Pada Tanggal  : 8 Februari 2011
Musyawarah Nasional I
Serikat Pekerja Aneka Industri
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
Pimpinan Sidang Munas I
1. Ketua          : Nyumarno                         (           ttd                           )
2. Sekretaris  : Djamaludin Malik             (               ttd                       )
3. Anggota     : M. Nuhfahrozy                 (                 ttd                  )
4. Anggota     : Anip Dasuki                     (                ttd                    )

                            5. Anggota     : Eka Hernawati                 (               ttd                     )

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: